Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Tips Movie Marathon agar Tak Mengalami Gejala Mata Kering

Buat sebagian orang, liburan itu identik dengan jalan-jalan, nongkrong, atau berburu tempat wisata baru.

Entah kenapa, saya justru kebalikannya. Saya lebih senang mengurung diri di kamar. Bukan karena anti sosial apalagi introvert, bukan!

Nonton TV di kamar

Cuman... Saya ngerasa jauh lebih damai aja daripada harus berdesakan sama orang banyak.

Kalau sudah cuti, ritual saya sederhana. Movie marathon, scrolling media sosial, lalu lanjut nge-game di hp.

Begitu terus sampai lupa waktu. Aneh memang, tapi buat saya itu cara paling ampuh buat mengisi ulang tenaga setelah berhari-hari berkutat dengan pekerjaan.

Buat saya pribadi, movie marathon itu faedah banget. Selain mengurangi stres, nonton film bisa jadi hiburan, melatih empati lewat berbagai karakter, menambah wawasan, bahkan kadang memunculkan ide-ide baru. Yang penting jangan keterusan saja hehehe.

Masalahnya, saya juga punya kebiasaan yang (saya sadari) sebenarnya kurang bagus.

Jadi, saya itu orangnya lebih suka kamar remang-remang. Biar lebih dapat suasana kalau lagi nonton film.

Ditambah lagi kalau filmnya seru, saya sampai lupa berkedip. Saking parno-nya sama yang namanya berkedip atau sekedar ngelirik cemilan, “Kalau kedip pas adegan penting, pasti aku rewind sedikit.”

Setiap selesai ngopi marathon biasanya penglihatan saya akan terasa agak buram sesaat saja, dan agak sedikit-sedikit sepet karena mata fokus ke film di layar. 

Bagi saya itu udah biasa, saya nggak pernah menganggapnya serius.

Tapi pagi itu, setelah tiga hari movie marathon, saya bangun dengan kondisi mata yang... boleh dibilang agak aneh.

Mata rasanya lebih sepet dari biasanya. Dan ini agak-agak perih. Terasa seperti kemasukan pasir. 

bercermin di wastafel

Padahal, udah berkali-kali saya bercermin tidak ada apa-apa. Awalnya saya anggap sepele.

“Paling juga nanti hilang sendiri,” gumam saya sambil tetap bersiap berangkat kerja.

Sayangnya, mata seperti yang tadinya saya anggap sepele dan saya pikir bakal bisa sembuh sendiri seperti biasanya. Ternyata nggak normal-normal. Malah terasa makin parah.

Begitu mulai menatap monitor kantor, mata saya sangat tidak nyaman.

Perihnya makin terasa. Fokus buyar. Beberapa kali saya harus memejamkan mata beberapa detik hanya supaya rasa tidak nyaman itu sedikit berkurang.

“kenapa lu, dari tadi nggk mulai mulai?” celetuk teman kerja sambil menggoda saya.

Saya cuma membalas, “Pengennya mulai... tapi mata tiba-tiba perih nih.”

“Nah lho, kena mata kering lu. Kebanyakan nonton kali.” seloroh teman saya.

Meski nadanya agak bercanda dan mengejek saya, tapi saya menanggapinya dengan serius. 

“Apa iya ya?” tanya saya dalam hati.

Langsung aja saya samber hp di atas meja. Dan langsung saya cari di Google.

Langsung saya ketik kata kunci, “Apa akibatnya kalau kita nonton terlalu lama?”

Dan jawaban Google membuat saya terhanyak. Ternyata benar, gejala mata seperti yang saya alami ini bisa disebabkan karena terlalu lama menatap layar. Ditambah lagi dengan berbagai faktor lainnya seperti, jarang berkedip, nonton di tempat gelap, terlalu fokus, dan lain sebagainya. 

Sekarang saya kena batunya, gejala mata seperti sepet dan perih yang sering saya alami yang sering saya anggap sepele ternyata bisa bikin aktivitas kita terganggu.

Saya yang biasanya bisa berjam-jam mengedit foto, hari itu malah kesulitan menyelesaikan pekerjaan sederhana.

Tumpukan pekerjaan yang sudah saya tunggu sejak liburan akhirnya tidak selesai sesuai rencana.

Ada rasa menyesal karena suka menganggap remeh gejala-gejala yang saya rasakan.

Kalau kalian pernah ngalamin gejala mata sepet, perih, dan lelah (SePeLe), Mata SePeLe Jangan Disepelein.

Untungnya gejala yang saya alami belum parah parah amat.

Saat jam istirahat, saya izin ke atasan untuk pergi nyari tetes mata INSTO DRY EYES seperti yang disarankan di Google.

Beliau mengizinkan dan hanya berkata santai, “Jangan dipaksain kalau memang nggak nyaman.”

Menit itu juga saya langsung mampir ke apotek yang memang satu jalur dengan perjalanan pulang.

Saya bertanya kepada apotekernya, “Obat tetes mata INSTO DRY EYES ada nggak? Atau yang paling cocok buat sakit mata?”

Apotekernya balik bertanya, “Keluhannya apa?”

“Saya bangun tidur mata terasa perih, sepet, kayak kemasukan pasir, padahal nggak ada apa-apa.”

“semalem begadang ya?”

Saya langsung tertawa kecil.

“Iya... beberapa hari ini movie marathon sama main game.”

Ia mengangguk pelan.

“kemungkinan besar ini gejala mata kering.”

Saya nggak begitu heran kalau apoteker bisa langsung menebak penyebab mata kering yang saya alami.

Ia kemudian menunjukkan beberapa pilihan obat tetes mata yang memang diformulasikan untuk membantu mengatasi mata kering.

Setelah mempertimbangkan, saya tetap memilih INSTO DRY EYES.

Setelah membayar dan membaca petunjuk pemakaian, saya langsung meneteskan sendiri obat tetes mata tersebut sesuai dengan anjuran.

Saya perhatikan, tampilan kemasan Insto Dry Eyes yang sekarang agak beda dengan yang lama.

Kemasannya sekarang tampil dengan desain baru yang didominasi warna biru dengan gambar mata dan tulisan Insto Dry Eyes yang terlihat jelas.

Saya juga baru tahu kalau tetes mata ini mengandung bahan pelumas mata seperti Hydroxypropyl Methylcellulose yang membantu memberikan kelembapan pada permukaan mata sehingga membantu meredakan gejala mata kering.

Karena udah dapat lampu hijau dari bos untuk istirahat, hari itu saya sengaja pulang lebih awal untuk mengistirahatkan mata.

Dan tentu saja nggak nonton dulu. Tidak main game dulu. Bahkan hp sengaja saya taruh agak jauh supaya tidak tergoda.

Menjelang sore, perlahan rasa perih mulai berkurang. Mata terasa jauh lebih nyaman dibanding pagi tadi.

Sejak kejadian itu saya jadi penasaran. Saya mencari tahu dari berbagai video edukasi dokter dan praktisi kesehatan.

Hampir semuanya menjelaskan hal yang sama. Mata SEpet, PErih, LElah bisa menjadi Gejala Mata Kering.

Penyebabnya ya... bisa karena terlalu lama menatap layar, kurang berkedip, begadang, hingga lingkungan yang membuat mata cepat kering.

Sekarang setiap kali movie marathon atau main game, saya berusaha lebih disiplin. Terutama untuk lebih rajin berkedip dan mengistirahatkan mata. 

Membiarkan lampu menyala atau jendela terbuka.

Screen time saya kurangi kalau memang sudah terlalu lama.

Saya menjaga jarak mata dengan layar, dan yang saya anggap penting banget itu adalah bagian lebih sering berkedip, memperbanyak minum air putih, tidak mengarahkan kipas angin langsung ke wajah.

Kalau kamar kalian ada ac-nya, sebaiknya jangan disetel terlalu dingin.

Lucunya, sekarang setiap adegan film mulai menegangkan, saya malah sengaja mengingatkan diri sendiri.

“Eh... kedip dulu.”

Daripada sok kuat lalu besoknya malah tidak bisa kerja, mending ngalah aja, walaupun emang keseruan nontonnya jadi berkurang.

Kalau kalian juga hobi movie marathon atau main game, jangan anggap remeh Gejala Mata Kering.

Apalagi kalau mulai muncul gejala-gejala yang emang mengarah ke arah Mata SEpet, PErih, LElah.

#MataSePeLeJanganSepelein karena merugikan banget terutama buat kita yang bekerja pakai pc atau komputer.

Saya sudah membuktikannya sendiri. Sekarang, setiap kali menikmati waktu libur, saya selalu mengingat #InstoDryEyes dan #BebasMataKering sebagai pengingat supaya lebih peduli dengan kesehatan mata.

Dan kalau suatu saat gejala itu datang lagi, saya sudah tahu harus bagaimana. Ya, tetesin Insto Dry Eyes, lalu beri mata kesempatan untuk beristirahat sebelum memaksanya bekerja lagi.

Post a Comment for "Tips Movie Marathon agar Tak Mengalami Gejala Mata Kering"